Irigasi Jadi Kunci! BRMP Bengkulu Kawal Percepatan Tanam di Mukomuko
Selasa, 10 Juni 2026, BRMP Bengkulu bersama PJ Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu dan tim melaksanakan kunjungan lapangan ke Desa Pulau Makmur, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko.
Permasalahan utama percepatan tanam di daerah ini yaitu terkait dengan penyediaan air irigasi. Kementerian Pertanian dalam hal ini melaksanakan kegiatan optimasi lahan dengan bantuan irigasi perpompaan (irpom). Selain itu juga dibangun irpom tenaga surya sebanyak 5 unit oleh Kementerian PUPR melalui BWSS VII Bengkulu.
Dari peninjauan lapang, diketahui bahwa sistem irigasi perpompaan tenaga surya yang dibangun belum bekerja optimal disebabkan intensitas cahaya matahari yang tidak merata dan pengaturan penggunaan air yang belum ada.
Irigasi perpompaan tenaga listrik PLN yang dibangun oleh Kementan pada lokasi tersebut berfungsi dengan baik dan mampu mengalirkan air ke lahan persawahan petani. Kondisi ini menjadi bahan evaluasi penting untuk perbaikan dan optimalisasi sistem irigasi perpompaan yang telah dibangun agar dapat mendukung kebutuhan air secara maksimal.
Selain melakukan peninjauan sarana irigasi, tim juga menggelar diskusi bersama petani, penyuluh pertanian, dan pihak terkait guna menyerap aspirasi serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan. Dalam kesempatan tersebut, petani menyampaikan beberapa permasalahan utama yang memerlukan perhatian, antara lain ketersediaan pupuk yang masih terbatas, kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang belum mencukupi, serta distribusi air irigasi yang belum berjalan optimal.
PJ Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu bersama Kepala BRMP Bengkulu menegaskan komitmennya untuk mengawal penyelesaian berbagai permasalahan tersebut melalui koordinasi dengan instansi terkait, sehingga sarana irigasi dapat berfungsi optimal dan kebutuhan petani dapat terfasilitasi dengan baik. Upaya ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian, percepatan capaian LTT, serta keberhasilan program swasembada pangan di Provinsi Bengkulu.
Kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung areal persawahan terdampak dan evaluasi kondisi jaringan irigasi perpompaan sebagai bahan tindak lanjut bersama pihak terkait.